Wisata Pulau Sangiang, Selarasnya Pesona Alam dan Keunikan Budaya Banten

Awalnya, pulau Sangiang merupakan cagar alam dengan luas sekitar 700an Ha. Baru pada tahun 1991, kawasan perairan tersebut dan daerah sekitar dijadikan taman wisata alam laut yang lebih luas yakni sekitar 720 Ha. Diperkuat kemudian pada tahun 1993 dengan dikeluarkannya SK Menteri Kehutanan No. 55/Ktps-II/1993 yang merubah fungsi pulau Sangiang dari cagar alam  menjadi taman wisata alam namun dengan luas yang lebih kecil. Nah, tak beda jauh dengan wisata alam lainnya di Banten, tentunya pulau Sangiang ini juga memiliki banyak daya tarik, sehingga menjadi tempat yang tepat untuk berlibur bersama keluarga.

Lokasi wisata pulau Sangiang

Pulau Sangiang terletak di Selat Sunda, antara Jawa dan Sumatera yang secara administratif masuk dalam wilayah Kabupaten Serang – Banten, tepatnya di desa Cikoneng kecamatan Anyer. Untuk sampai ke Sangiang hanya dibutuhkan waktu sekitar 45 menit dari Anyer dengan menggunakan kapal motor. Keindahan alamnya yang paling populer adalah pantai dan terumbu karangnya.

Sejarah terkait obyek wisata pulau Sangiang

Pulau Sangiang sebenarnya telah dihuni sejak abad ke-19. Ketika masa pendudukan Jepang, dibangunlah rel besi dan pos pengaman untuk memfasilitasi kapal perang amfibi Jepang. Mata pencaharian utama penduduk asli Sangiang saat itu adalah bercocok tanam. Ini didukung oleh tanahnya yang merah dan subur.

Namun sekitar tahun 2004, warga diserang oleh hama babi yang merusak semua tanaman. Babi-babi ini tidak diketahui dari mana datangnya mengingat babi sebelumnya tidak pernah hidup di pulau Sangiang. Karena peristiwa ini, banyak warga pergi dari Sangiang karena tidak bisa lagi bercocok tanam.

Di awal tahun ini, warga yang dulu keluar pulau banyak yang akhirnya kembali ke kampung halamannya. Namun mereka justru dilaporkan ke polisi oleh pihak swasta yang mengelola resot dengan tuduhan memasuki pekarangan tanpa ijin. Padahal, warga cuma ingin kembali ke rumahnya. Kejadian yang seolah ingin menghapus sejarah warga asli pulau Sangiang ini sangat disayangkan oleh banyak pihak. Terlebih, warga Sangiang adalah para pekerja keras yang ramah kepada wisatawan.

Topografi dan Iklim di pulau Sangiang

Pulau Sangiang mempunyai kondisi topografi yang beragam. Mulai dari yang paling landai, sampai bukit kecil dan bukit yang paling curam ada di pulau ini. Rata-rata mempunyai ketinggian 0-155 meter di atas permukaan laut.

Iklim yang dimiliki Sangiang masuk dalam tipe B dengan rata-rata curah hujan sebesar 1840 mm per tahunnya. Musim hujan jatuh antara bulan Agustus sampai Februari sedangkan musim kemarau jatuh antara bulan Maret sampai Juli. Bisa dilihat disini bahwa musim hujan berlangsung lebih lama dari kemarau.

Daya Tarik pulau Sangiang

Beberapa pantai berpasir putih yang mengelilingi pulau ini sangat indah untuk dinikmati. Sebut saja diantaranya adalah pantai Batu Mandi dan pantai Pasir Panjang. Selain pantai, pulau ini juga kaya akan flora dan satwa, antara lain cantigi, bakau, walikukun, waru laut, ketapang, nyamplung, bayur dan cemara laut. Sedangkan aneka satwa yang ada ialah lutung, kucing hutan, landak, biawak, elang laut, landak, biawak, dara laut, raja udang, belibis, kuntul karang, burung camar, pelatuk besi, burung cangak, dan ular sanca serta beragam biota laut lainnya.

Sebagai catatan, sebagian dari satwa-satwa tersebut merupakan jenis satwa yang dilindungi Undang-undang. Dalam kawasan pulau Sangiang juga terdapat bangunan serta beberapa goa peninggalan Jepang yang bernilai sejarah tinggi.

Potensi Wisata yang ada di pulau Sangiang

  1. Wisata Alam

Pada bagian barat dan barat laut serta selatan pulau ini, anda bisa melakukan banyak kegiatan seperti mendaki bukit, berkemah atau lintas alam dengan sepeda atau berjalan kaki.

Anda juga bisa mengunjungi goa kelelawar atau melihat hiu memangsa kelelawar yang jatuh di perairan tepat di bawah goa. Tak hanya satu, di pulau Sangiang ini terdapat dua goa dengan populasi kelelawar yang cukup baik. Salah satu dari goa ini lokasinya cukup ekstrim sehingga anda harus hati-hati saat menuruni tebing batu.

Buat anda yang suka penyu, anda juga bisa mengunjungi tempat penangkaran penyu yang berlokasi di pemukiman warga. Jika mau, anda bisa menyaksikan penyu yang sedang bertelur pada malam harinya dan ikut serta melepas tukik ke lautan bebas.

  1. Wisata Bahari

Scuba diving dapat anda lakukan di parairan Batu Raden. Untuk snorkeling atau freediving, terdapat spot berupa kontainer yang tenggelam dan hanyut sampai ke pulau Sangiang. Bila ingin sekedar fundiving, anda bisa mengelilingi kontainer yang berada di kedalaman hanya 3 meter ini. Namun bila anda lebih suka berperahu, pilihlah lokasi di sekitar Legon Waru saja.

  1. Wisata Budaya

Untuk wisata budaya, anda bisa menikmati sisa-sisa peninggalan Jepang berupa benteng-benteng yang letaknya dekat dengan Pos TNI Angkatan Laut.

Fasilitas bisa ditemukan di pulau Sangiang

Layaknya obyek wisata lainnya, pulau Sangiang mempunyai beberapa fasilitas, diantaranya adalah :

  1. Tempat Parkir
  2. Mushola
  3. Kamar mandi
  4. Rest area
  5. Warung-warung makan

Tips saat berwisata ke pulau Sangiang

Sebelum menuju kesana, yang penting untuk anda cermati adalah kondisi cuacanya. Sebaiknya jangan ke sana saat musim hujan, terlebih jika anda berencana untuk berlintas alam. Tebing-tebing yang curam akan sangat licin setelah hujan. Ini tentu sangat berbahaya buat anda.

Baca juga: Wisata Pantai Tanjung Lesung, Hidden Paradise di Pandeglang Banten

Pulau Sangiang biasanya akan penuh sesak saat musim liburan. Buat anda yang tidak terlalu suka dengan suasana seramai itu, anda bisa memilih untuk pergi sebelum atau sesudah musim liburan saja.

About the Author: Ahmad Hazim

Hanya seorang pembuat blog sederhana, pecinta keindahan alam dan manusia biasa yang tak luput dari kesalahan....

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *